Bab.123 Tak Sempurna, Tapi Tetap Yang Terbaik

1910 Kata

Malam sudah hampir menjelang pagi, saat mobil mereka memasuki area parkir rumah sakit. Tidak ada yang bersuara sepanjang perjalanan, entah karena lelah atau terlalu larut dengan pikirannya masing-masing. Baru saja mereka turun dari mobil, seseorang sudah melangkah menghampiri Ibra. "Apa dia sudah mati?" Ibra tidak langsung menjawab, dia diam menyandar pintu mobil sambil menatap datar pria di depannya. Sepertinya Reza memang sengaja menunggu kedatangannya di sana. "Menurutmu?!" Hening. Hanya menyisakan mereka berdua di sana, sedangkan Bian dan Satria memilih pergi lebih dulu mengantar Leon kembali ke kamar rawatnya. "Kalian kubur atau buang dimana mayatnya?" tanya dia lagi dengan wajah murungnya. "Mana mungkin aku sebodoh itu menjawab pertanyaanmu. Itu sama saja bunuh diri namanya," s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN