Aku terbangun saat mendengar suara pintu terbuka dan langkah kaki mendekat. Seorang wanita muda sudah berdiri di samping tempat tidur dan dengan teliti memeriksa selang infus yang terpasang di tanganku. Infus? Sialan! Sepertinya semalam aku benar-benar tumbang. Ingatanku berhenti cuma sampai saat pamit pulang, selebihnya aku sudah tidak bisa mengingat apapun lagi. Mataku menerawang, ini juga bukan kamar di rumahku. "Bapak sudah bangun? Masih pusing atau mual?" tanya wanita berpakaian suster itu. "Tidak," jawabku menggeleng. "Infusnya habis, saya ganti dulu." "Tidak usah, tolong dilepas saja." tolakku memintanya melepas selang merepotkan ini. "Tapi Pak …" "Saya sudah tidak apa-apa, tidak perlu diinfus lagi." Wanita itu mengangguk, lalu dengan hati-hati mulai melepas jarum infus di

