"Om Ibra ..." Cello berteriak girang melihat Omnya benar-benar sudah pulang dari Singapura. Sambil menggendong anak kucing bengalnya, dia berlari menghambur naik ke pangkuan Ibra yang sedang duduk di ruang tengah bersama Freya. "Kirain bunda bohong, katanya Om Ibra sama Tante Frey ada di rumah." ucapnya senang bukan main. "Om sama Tante Frey baru pulang kemarin," Ibra tersenyum lebar, tangannya menyisir lembut rambut ikal keponakan kesayangannya yang berantakan setelah berlari-lari. "Kok Kakek Lin tidak ikut pulang?" "Kakek Lin masih harus berobat di sana, belum boleh pulang." jawab Ibra. Freya mengelus gemas kucing kecil di pangkuan Cello. Sekarang dia tahu kenapa anak kucing ini bisa sampai semahal itu harganya. Memang cantik, mirip citah versi mini. "Ini Cimol atau Cilok?" tanya

