"Ib, bangun Ib! Cepetan!" Mataku mengeryip berat saat mendengar suara gedoran pintu dan seseorang yang memanggil-manggil namaku. Aku benar-benar butuh tidur, tapi mana bisa sedangkan suara itu terdengar semakin keras. "Nak Ibra, bangun! Freya mau pergi menyetir mobil sendiri." Seketika mataku langsung melotot lebar. Dengan nyawa yang masih belum sepenuhnya terkumpul, aku melompat bangun dan beranjak hendak keluar. Sial! Aku bahkan sampai lupa masih dalam keadaan telanjang hanya mengenakan celana dalam. "Iya Ma, sebentar." Dengan meringis menahan sakit di kakiku yang bengkak, aku terpaksa kembali ke tempat tidur mengenakan pakaianku. Ya ampun! Bikin ulah apalagi bumil yang satu itu. Begitu membuka pintu, ibu mertuaku sudah berdiri dengan wajah cemasnya. Tangannya menunjuk ke arah gara

