Meski sudah kepergok suaminya, Freya bukannya takut malah lanjut menggodanya. "Anak-anak Abang yang mau dekat sama Om Jo nya." "Alasan," sahut Ibra ketus. Freya dan Jo tertawa tergelak melihat Ibra yang melengos kesal. Dengan langkah yang masih sedikit pincang dan wajah meringis menahan sakit, Ibra mendekat ke samping istrinya. "Sorry Jo, pagi-pagi sudah datang membuat gaduh di sini." "Resiko punya teman-teman laknat seperti kalian ya begini ini. Kadang aku sampai mikir, apa iya aku sudah salah pergaulan?!" "Sialan kamu!" Freya tersenyum simpul, persis seperti yang di pikirannya dulu. Bahkan dia juga pernah bertanya langsung pada Ibra, tepat saat pertama kali diantar pulang oleh laki-laki berwajah jutek itu. Bagaimana bisa Bang Jo nya yang manis dan polos bisa berteman dengan mereka

