Setelah ketar ketir selama di perjalanan pulang dari rumah Jo, hal pertama yang dilakukan Ibra begitu sampai adalah mencari keberadaan istrinya. Jangan tanya betapa menyesal dan merasa bersalahnya dia sekarang. Terkutuklah cemburu yang sudah membuatnya kelepasan memarahi dan membentak Freya, apalagi di depan orang lain. Tidak, bahkan meski hanya ada mereka berdua pun tidak seharusnya dia bersikap keterlaluan pada istrinya yang sedang hamil. Padahal dirinya tahu betul, Jo bagi Freya tak lebih dari kakak sekaligus sahabat. Demikian juga Johan yang tidak mungkin punya pikiran aneh-aneh ke Freya. Begitu masuk rumah sudah terdengar suara mereka yang sedang tertawa keras. Tanpa bertanya pun Ibra yakin, mereka pasti sedang membicarakan tentang kejadian menyebalkan di rumah Jo tadi. "Sudah samp

