Tidak ada seorangpun yang ingin hidup dengan tangan berlumuran darah, begitu juga halnya denganku. Namun saat memutuskan untuk menjamah dunia hitam, terkadang membunuh bukan lagi menjadi pilihan, tapi keharusan. Tidak ada istilah belas kasihan di sini. Melawan atau diam ditindas, mati dibunuh atau hidup dengan membunuh. Yang lemah hanya menunggu waktu untuk disingkirkan. Begitulah hukum rimba berjalan di tengah kehidupan mereka yang brutal. Aku bukannya ingin mencari pembenaran dari sesuatu yang jelas-jelas salah. Tapi mana mungkin aku diam saja saat orang lain menginjak kepalaku. Keluarga adalah batas akhir dari kesabaranku. Apapun masih bisa aku tolerir, tapi tidak ada kata ampun jika ada yang berani mengusik keluargaku. Lalu kenapa aku masih bisa berbaik hati memberi kesempatan pada

