Ibra POV Operasi pengangkatan peluru Reza sudah berjalan hampir dua jam. Beruntung saat dia mulai tak sadarkan diri tadi, kami sudah berada tak jauh dari rumah sakit. Operasinya sedikit lebih rumit karena peluru yang di pahanya menembus terlalu dalam. Itulah kenapa Reza mengalami pendarahan hebat. Xena mulai terlihat tidak tenang. Matanya terus tertuju ke pintu ruang operasi di depan kami yang masih tertutup rapat. Selain Enda, Reza sudah tidak punya keluarga lagi. Jadi kami juga tidak bisa menghubungi siapa siapa. "Ganti pakaianmu dulu, nanti kalau Freya datang dan melihatmu seperti ini bisa jantungan dia." Satria meletakkan tas berisi pakaian ganti yang dia bawa dari rumah, lalu duduk di bangku sampingku. Aku mendengus kesal, benar-benar sialan Ega. b******k satu itu mau mati saja m

