Menyekap Johan di kamar hotel demi bisa kabur dari mereka sebenarnya bukan lah keinginanku. Meski sejak awal aku juga sudah memperhitungkan kemungkinan itu, tapi siapa sangka kalau ternyata Johan yang ketiban sial hari ini. Teringat wajah cengonya saat beberapa bodyguard di dalam kamar kami mencekalnya, lalu mendudukkannya di kursi membuatku kasihan sekaligus ingin tertawa. "Teman laknat!" Hanya itu yang dia katakan sambil mendelik menatapku penuh dendam. Emosinya meluap sampai ubun ubun saat aku menepuk bahunya sebelum buru buru pergi dari sana bersama Freya. Aku tidak bodoh, Bian pasti sudah memerintahkan orang untuk menjaga ketat pintu utama dan semua akses keluar dari hotel. Itulah kenapa saat turun aku sengaja menggunakan lift hanya sampai lantai dua, kemudian kami turun melalui

