Meluluhkan hati Freya nyatanya memang tidak semudah yang Ibra kira. Terhitung hampir seminggu sejak istrinya mengibarkan bendera perang dingin, penderitaannya pun benar-benar dimulai. Meski setiap hari semua keperluannya masih disiapkan, tapi sikap Freya yang acuh tak acuh dan menganggapnya seakan kasat mata membuat Ibra tersiksa setengah mati. Jangankan memeluk anak di perut istrinya, bahkan beberapa hari ini dia harus rela tidur di sofa ruang tengah. Freya memang tidak mengusirnya dari kamar mereka, tapi mana mungkin Ibra ngeyel kalau setiap kali dia mau menyusul berbaring Freya langsung pergi dengan membawa bantal dan selimutnya. Cukup sekali ini saja, Ibra tidak akan mengulangi kesalahan yang sama mencari gara-gara dengan wanita hamil. Hujan di luar semakin deras, dengan setengah kes

