Bab 67. Samsak Gratisan

1185 Kata

Tama bak ditodong pistol yang membuat tubuhnya terasa sangat kaku, punggung tegang dengan lutut yang mendadak lemas. Ia menelan ludah dengan mata terpejam singkat, gumaman jelas masih terdengar dari bibir Najwa yang kini didekap sangat erat. Perlahan lehernya bergerak menoleh ke arah sumber suara yang sangat mengancam itu. Berdiri sosok pria dengan tatapan tajam membunuh tertuju padanya, ia sontak menarik bibir menjadi senyum manis dibuat-buat. “Mas, ehm Najwa tadi rewel katanya mau pergi keluar,” ucap Tama terbata-bata, melirik ke arah Najwa memperingatkan agar anak itu tidak macam-macam. Iya, pria yang berdiri itu adalah Kala. Sedikitpun Kala tak merubah ekspresi, justru kini tatapan matanya jauh lebih tajam dan tanpa peringatan ia meraih Najwa ke dalam gendongannya. Lebih tepatnya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN