Jangan sampai pulang yang dimaksud oleh Geo adalah pulang untuk selamanya. Kalimat itu terus berputar di kepala Bulan, membuat dadanya semakin sesak. Napasnya terasa berat, seolah udara di kamar itu mendadak menipis. Ponsel di tangannya terasa dingin. Ia menatap layar itu lama, terlalu lama, sampai matanya kembali berair. Bayangan mobil ringsek di persimpangan tadi kembali muncul, menyatu dengan kalimat terakhir Geo. “Aku pulang, Bul.” Bulan menggeleng cepat, berusaha mengusir pikiran buruk yang mulai merayap tanpa izin. “Enggak… jangan,” bisiknya pelan. Tiba-tiba, ponsel di tangannya bergetar. Bulan terkejut. Refleks, ia hampir menjatuhkan benda itu. Jantungnya berdegup kencang saat layar ponsel menyala dan menampilkan sebuah nama. Junet. Alis Bulan berkerut. Nama itu begitu

