132. Maaf...

1516 Kata

Amel dan Hansel menatap pada panti asuhan di depan mereka. Amel menggendong putranya. Dan Jeora yang digendong oleh Hansel. Keduanya berjalan masuk dan menatap pada anak-anak yang tertawa dan bermain. Amel tertawa kecil. “Haiden, coba kamu lihat semua kakak-kakak itu. Mereka bermain dan tertawa bersama.” Amel menunjuk pada anak-anak kecil yang berlari. Bayi gembul yang ada di dalam gendongan Amel menggeleng dan menatap ke arah lain. Amel tertawa kecil dengan putranya yang begitu malas sekali untuk melihat anak-anak di depan sana. Yang bermain. Amel dan Hansel kembali berjalan. Keduanya menatap pada pintu panti asuhan yang ada di depan mereka. Keduanya mulai mengetuk pintu panti. “Cari siapa?” tanya wanita paruh baya dengan nada yang begitu lembut sekali. Amel dan Hansel tersenyum.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN