Amel dan Hansel turun ke bawah. Keduanya menatap pada orang tua mereka yang menatap pada mereka dengan senyuman kecil. Amel menatap pada dirinya sendiri, apakah ada yang aneh? Rasanya tidak ada yang aneh pada dirinya, atau memang ada yang aneh pada dirinya. Amel melihat pada suaminya yang terlihat abai dan tidak terlalu peduli. Hansel menatap pada putri kecilnya yang menguap pelan dan ada sisa air mata di pipi gembulnya. “Jeora nangis?” Teresa mendengar pertanyaan dari putranya memutar bola matanya malas, sungguh lucu sekali mendengar pertanyaan putranya ini. Ingin sekali Teresa menendang putranya sekarang dan menjewer telinga putranya. “Kau lihat dia seperti apa? Ketawa begitu? Kamu kalau mau gempur menantu Mama! Tahu waktu! Ini si kembar dari tadi nangis. Kamu jangan menuruti has

