128. Mandi Bersama

1608 Kata

Amel dan Hansel menatap pada kawasan pemakaman yang ada di depan mereka. Hansel menggenggam tangan Amel erat. Helaan napas terdengar beberapa kali dari mulut lelaki itu. Di tangan Hansel terdapat mawar hitam. Bunga kesukaan dari Jenita Locanno. Hansel menghapus air matanya. Keduanya masuk ke dalam pemakaman menuju makam Jenita. Hansel dan Amel berhenti di makam Jenita. Keduanya menatap pada makam tersebut. “Halo, Jenita. Kau sudah tenang di sana?” tanya Hansel menyapa lebih dulu. “Maaf. Aku menjadi lelaki yang begitu b******n juga. Aku tidak seharusnya mengulang kesalahan di masa yang dulu. Aku membunuh dirimu untuk kedua kalinya.” Hansel meluruhkan tubuhnya mengambil segumpal tanan makam dan menangis terisak. “Jenita. Kutukan dirimu di masa lalu dan karma yang aku ciptakan sendiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN