Suara deburan ombak, serta sapuan angin dari pintu yang terbuka membuatku perlahan membuka mata. Aku bergerak pelan, telungkup sambil membenarkan letak selimut yang membungkus tubuhku bagai kepompong. Aku menutup mulut ketika menguap, mataku menyipit menemukan pintu menuju akses depan kamar terbuka. Sinar hangat matahari menyorot, menandakan hari yang sudah berganti siang. Liburan, tapi aku malah bangun kesiangan. Sendiri. Aku bergerak perlahan kemudian mengambil posisi duduk, mataku bergerak menjelajahi setiap ruangan. Tidak ada lagi pakaian kami yang berantakan. “Alyan..” aku memanggil sambil beringsut duduk di tepi ranjang. Tidak ada suara yang menanggapi pasti Alyan sedang keluar. Aku segera menyibak selimut, memilih berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri lebih dulu. Tidak

