Caramu Mencintaiku

1534 Kata

Pukul lima lewat lima belas menit, aku keluar dari kamar mandi dengan handuk milik Alyan. Wajahku merah padam menatap ke arah ranjang yang berantakan ulah kami berdua sampai akhirnya aku bermalam untuk pertama kalinya. Aku memakai pakaian kembali, lalu keluar dan menemukan Alyan sedang berdiri di depan mesin kopi yang sedang hidup. Dia meletakan dua cangkir, ada gelas lain berisi milk, Alyan menuang ke dalam kopi membuat warna menyatu, tak lagi pekat seperti sebelumnya. Aroma yang segar juga menyenangkan menggelitik hidungku. “Thank you.” Ucapku mulai menggenggam erat cangkir tersebut. Aku menatap Alyan yang menggunakan T-shirt tanpa lengan berwarna hitam. “Kamu bangun lebih pagi?” tanyaku lagi mengingat tadi berharap ketika membuka mata, Alyan masih terlelap di sampingku. “Pukul li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN