Suara tangis bayi pertama kali menyambutku saat memasuki ruangan kembali, suara itu milik bayi cantik di dekapan Erika. Aku dan Alyan diizinkan menjenguk setelah Erika dan bayinya di bersihkan. Senyum kedua orang tua itu tidak lepas dari makhluk kecil dalam balutan kain merah muda yang meringkuk nyaman di buaian ibunya. “Hello.. Baby girl.. oh gemasnya!” Fay terhipnotis melihat wajah bayi Erika yang sangat lucu. Alyan terdengar mengucapkan selamat pada Joe walau dengan kalimat singkat dan kaku. “Beratnya tiga puluh dua, panjangnya lima puluh satu.” Cerita Erika. Lelah terlihat di wajahnya setelah melalui proses melahirkan secara pervaginam. Tapi, semua rasa seolah tidak lagi Erika pedulikan setelah melihat dan mendekap putrinya. “Dia mirip dengan Joe.” “Ya. Tapi, wajah bayi masih b

