Edmund meninggalkan Hera begitu saja setelah puas melecehkannya. Tujuannya memang ingin melihat kehancuran di mata gadis itu, berani melawannya maka neraka yang didapat. Edmund melangkah pergi meninggalkan Hera yang terpaku di dalam tempat pemandian. Perlahan air hujan turun dengan derasnya, air pemandian semakin terasa dingin. Hera tidak berani beranjak karena pakaiannya entah kemana, tidak mungkin kembali kekamar tanpa sehelai benangpun. Bagaimana kalau ada yang melihatnya? Hera benar-benar putus asa. Kenapa hidupnya seberat ini? Apa yang dijalaninya setelah menikah lebih mengerikan daripada dulu. Walau sejak kecil sudah dihina dan direndahkan tapi dia tidak pernah merasa serendah ini. Edmund membuktikan ucapannya, menyiksa Hera sampai sebegitunya. Tidak ada rasa iba dalam dirinya b

