Bab 91

2184 Words

Senja menyelimuti langit Jakarta dengan warna jingga yang redup ketika Sophia melangkah masuk ke area rooftop lounge salah satu hotel mewah milik Vincent. Tempat itu sengaja ia pilih—tempat netral, sepi, dan jauh dari telinga Carla maupun Nancy. Dengan setelan dress hitam elegan dan kacamata hitam besar yang masih menempel di wajahnya, Sophia duduk di salah satu sofa kulit dan menunggu. Pelayan mendekat, tapi Sophia hanya mengangkat tangan, menolak segala jenis minuman. Dia tidak datang untuk bersantai. Dia datang untuk menghancurkan. Tak lama kemudian, Vincent muncul. Dengan wajah tegas, dia melangkah mendekat tanpa menyapa. Wajahnya datar. Bahkan terlalu datar untuk ukuran pria yang biasanya menunjukkan kekesalan secara terbuka. Sophia berdiri, senyumnya licin, dan menyapa mantan suamin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD