Bab 87

1358 Words

Malam itu rumah keluarga Vincent sudah sunyi. Hanya suara jam dinding yang berdetak pelan menemani keheningan. Udara dingin menyusup lewat jendela, dan lampu-lampu ruangan sudah padam, kecuali satu lampu tidur kecil di kamar utama yang menyala lembut. Nancy terbangun lebih dulu. Matanya membuka perlahan dan tubuhnya menggeliat pelan di balik selimut. Perutnya yang mulai menonjol terasa sedikit tegang. Ia menoleh ke samping dan melihat Vincent masih tertidur pulas. d**a suaminya naik turun teratur. Nafasnya tenang, dan wajah tampannya terlihat begitu damai dalam tidur. Tapi Nancy merasa sesuatu. Lidahnya terasa asam. Dan dalam sekejap, rasa itu berubah menjadi keinginan menggebu-gebu. Ia duduk pelan, lalu memegangi perutnya. "Aduh... kok kepengen banget makan rujak jambu, mangga muda...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD