Pagi itu, salju turun dengan tenang di luar jendela chalet mereka. Nancy terbangun dalam pelukan Vincent. Cahaya matahari memantul dari salju di luar, menembus celah tirai tipis dan membuat kulit wajah Nancy tampak lebih hangat meski suhu di luar membekukan. Vincent menyapu rambut istrinya yang jatuh ke wajahnya, lalu berbisik lembut, “Hari ini kita ke tempat yang lebih indah lagi, sayang. Zermatt.” Nancy membuka mata perlahan, menatap wajah suaminya yang begitu dekat. “Zermatt?” ulangnya setengah mengantuk. Vincent tersenyum. “Kita naik kereta ke sana. Aku sudah siapkan semuanya. Baju si kembar, makanan, tempat menginap. Semuanya sudah disusun.” Nancy tak menjawab, hanya mengangguk kecil lalu mengeratkan pelukan pada tubuh suaminya. Hatinya masih terlalu hangat untuk berkata-kata. Du

