Bab 105

1547 Words

Keesokan paginya, salju turun lebih tebal dari hari-hari sebelumnya. Udara di sekitar chalet terasa sangat sejuk namun menyenangkan. Kabin itu tampak seperti rumah dalam cerita dongeng: jendela-jendela kecil yang berkabut, dinding kayu yang hangat, dan asap tipis mengepul dari cerobong perapian. Nancy bangun lebih dulu hari itu. Ia berdiri di jendela, menatap ke luar sambil memeluk tubuhnya sendiri. Tak lama, Vincent keluar dari kamar dengan senyum mengembang. Di tangannya, ia membawa dua set pakaian khusus yang telah lama ia siapkan untuk si kembar. Baju beruang. Lengkap dengan tudung kepala yang membentuk telinga bundar, cakar di ujung lengan, dan warna cokelat lembut seperti beruang teddy. Nancy tertawa kecil begitu melihatnya. “Kamu serius mau mereka pakai itu?” Vincent mengangguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD