Bab 94

1470 Words

Di dalam rumah mewah, keheningan pecah oleh suara pecahan kaca. Vas bunga mahal yang dilempar Sophia hancur di lantai. Napasnya memburu, matanya merah dan berair, tubuhnya menggigil bukan karena kedinginan tapi karena emosi yang berkecamuk. Di tangannya, ponsel yang menampilkan komentar-komentar pedas dari netizen yang menghujatnya habis-habisan karena video syurnya yang bocor. Video yang direkam bertahun-tahun lalu—saat ia masih menjadi istri Vincent—dan jelas bukan bersama suaminya. “Sialan! Sialan kamu, Nancy!” Sophia meraung penuh amarah. Namun tak ada yang peduli. Rumah itu kosong. Hanya ada gema suara kemarahannya sendiri yang kembali memantul ke dirinya. Keluarganya sendiri sudah tak mau melihat wajahnya. Sejak video itu menyebar di sosial media, semua acara sosialnya dibatalkan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD