Bab 93

2076 Words

Sore itu, langit menggantung kelabu di atas rumah Vincent dan Nancy. Aroma hujan yang baru turun tercium di udara. Nancy sedang duduk di ruang keluarga dengan bantal menyokong punggungnya dan segelas s**u hangat di tangan. Musik pop klasik mengalun pelan dari alat musik, menemani ketenangan sore yang terasa rapuh. Sesekali tangannya mengusap lembut perut yang kian membesar, dua nyawa kecil di dalam sana bergerak-gerak pelan, seolah turut menikmati ketenangan sang ibu yang bersantai. Pintu diketuk beberapa kali. Suara khas Carla menyusul masuk tanpa menunggu persetujuan. “Nancy?” panggilnya pelan. Nancy menoleh, senyum tipis menghiasi wajah lelahnya. “Ma... sini duduk. Mau minum teh?” Carla menggeleng, meletakkan tas tangannya di sofa dan langsung mengambil posisi duduk di hadapan putri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD