Bab 123

1607 Words

Maria menatap kaca jendela apartemen murah yang kini ia tinggali. Hujan mengguyur kota tanpa belas kasihan, persis seperti kehidupan yang sedang menjatuhkannya. Di meja kecil berantakan di depannya, koran harian bisnis terlipat separuh — menampilkan foto Vincent dan Nancy dalam salah satu acara amal bersama yayasan anak-anak. Nancy mengenakan gaun putih anggun, tersenyum hangat pada kamera. Vincent berdiri di sampingnya, memeluk pundaknya dengan tangan kanan sambil menggenggam tangan Vivienne dan Valiant dengan tangan kirinya. Sempurna. Terlalu sempurna. Maria mencengkeram koran itu, meremasnya keras. Giginya terkatup rapat. Matanya menyala penuh dendam. “Aku yang membentuk Vincent sejak kuliah. Aku yang menemaninya ketika semua orang meremehkannya. Tapi dia lebih memilih perempuan itu…

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD