Pagi itu, Nancy merasa ada yang aneh. Biasanya Vincent sudah turun ke bawah, menemani sarapan pagi sambil bermain sebentar dengan si kembar, Vivienne dan Valiant. Tapi pagi ini, rumah terasa sepi. Nancy yang tengah menyuapi Vivienne melirik ke arah tangga, menunggu langkah kaki suaminya yang tak kunjung terdengar. Setelah menyelesaikan sarapan si kembar, Nancy naik ke kamar. Saat membuka pintu, ia mendapati Vincent masih tergolek di ranjang, wajahnya pucat, napasnya terengah dan tubuhnya tampak menggigil meski diselimuti. Nancy segera menghampiri dan meletakkan punggung tangannya di dahi Vincent. Panas. Suaminya berkeringat dingin dan terlihat begitu lemah. “Vincent, kamu kenapa?” bisiknya cemas. Vincent hanya menggeleng pelan, tubuhnya terlalu lemas untuk berbicara panjang. Melihat kon

