Bab 111

1669 Words

Pagi itu, sinar matahari yang lembut menyelinap melalui tirai tipis jendela dapur besar rumah Vincent dan Nancy. Udara terasa hangat, dan langit terlihat cerah tanpa awan. Namun Nancy merasa bosan. Ia duduk di meja makan, mengenakan apron putih dengan motif buah-buahan, satu tangan menopang dagu sementara tangan lainnya memainkan sendok kayu di atas meja. Ia memandangi jam dinding, lalu menghela napas panjang. Ia tidak ingin pergi ke luar rumah. Tidak ingin berurusan dengan orang-orang, tidak ingin harus berpura-pura tersenyum hanya untuk sekadar nongkrong di kafe. Ia hanya ingin merasa berguna—dengan caranya sendiri. Di ruang keluarga yang menyatu dengan dapur, terdengar tawa kecil yang riang. Nancy menoleh dan tersenyum. Vivienne sedang tertawa sambil bertepuk tangan saat Valiant mencob

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD