Tubuh Sophia gemetar hebat. Kulitnya pucat kehijauan, napasnya tersengal tak teratur seperti seorang yang baru saja ditarik dari kedalaman laut. Keringat dingin membasahi dahinya, namun tubuhnya menggigil tak tertahankan. Pandangannya buram. Dinding-dinding ruang sempit tempat ia dikurung terlihat seperti melengkung, bergoyang, seperti dunia sendiri sedang runtuh di sekelilingnya. Ia menggigit bibirnya keras untuk tetap sadar, untuk tetap terjaga dari bayangan hitam yang terus mencoba menariknya ke jurang tak bernama. Tapi gigitan itu tak cukup kuat menahan rasa lemas luar biasa yang mencengkeram setiap otot di tubuhnya. Sudah berapa hari ia tidak makan layak? Sudah berapa lama ia hanya dijatuhkan nasi basi, air keruh, dan teriakan sinis dari pengawal-pengawal yang bahkan tak mau menyeb

