Bab 121

1974 Words

Maria menatap lembaran surat pemutusan kerja sama itu dengan tangan gemetar. Di ruangan apartemen penthouse-nya yang megah, wanita berusia 44 tahun itu berdiri mematung di depan jendela besar, menatap kota yang mulai dipenuhi lampu-lampu malam. Gincunya masih rapi, rambutnya tertata dengan sempurna, tapi matanya menyala penuh dendam. Nama Vincent William tertera jelas di tanda tangan itu. Tanpa penjelasan panjang, tanpa kompromi, hanya kalimat tegas: Seluruh kerja sama antara William Corp dan Alverez Global dihentikan per hari ini, tanpa negosiasi. Maria tertawa sinis. Tertawa yang menggema dalam ruangan kosong itu. “Jadi ini permainanmu, Nancy…” gumamnya sambil meremas kertas itu, lalu melemparnya ke lantai. “Kau pikir hanya karena kau kembali, aku akan mundur begitu saja?” Ia berjala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD