Nancy melangkah anggun memasuki lobi restoran mewah tempat Vincent biasanya makan siang bersama para klien pentingnya. Gaun putih gading yang membungkus tubuh rampingnya menjuntai menyentuh lantai, menyapu marmer mengilap bak seorang ratu. Ia tidak datang sendiri. Tiga pengawal wanita berdiri di belakangnya, mengenakan jas formal warna gelap dan kacamata hitam. Mereka tak berkata-kata, hanya mengawal Nancy dengan langkah yang tegas. Di dalam, Aurora tengah duduk manis di meja pojok, matanya tak lepas dari arah pintu masuk. Ia menyesap anggur putih dari gelas tinggi, tampak percaya diri. Namun senyumnya hilang begitu melihat siapa yang datang. Nancy. Nancy mendekat perlahan, membiarkan tiap pasang mata di restoran itu tertuju padanya. Aurora bangkit dari kursinya, panik namun tetap mencob

