Sudah satu bulan berlalu sejak berita duka itu merenggut ketenangan keluarga kecil mereka. Kepergian Catherine dan Gregory dalam kecelakaan pesawat menuju Dubai telah menggores luka mendalam di hati Vincent. Setiap pagi saat bangun tidur, bayangan wajah Papa dan Maminya seolah masih ada. Suara tawa Catherine, cara Gregory memanggil namanya dengan penuh kebanggaan, semua itu seperti masih terpatri di dinding rumah mereka, menggema di setiap sudut ruangan yang kini terasa kosong. Nancy memperhatikan suaminya dari kejauhan. Vincent sudah jarang tersenyum. Tatapannya sering kosong. Pagi ini, ia duduk di meja makan hanya menatap kopi yang mulai dingin, sementara si kembar Valiant dan Vivienne sedang menggambar di lantai dengan krayon warna-warni. Nayla yang baru berusia tiga tahun duduk di kur

