Restoran itu seharusnya menjadi tempat tenang. Tapi malam itu, suasana meja mereka terasa berat. Vivienne menatap Jeremi, sementara tangan gadis itu terus mengaduk jus stroberinya yang sudah mencair. "Jadi kamu memang pernah pacaran sama dia?" tanya Vivienne pelan, tanpa menatap Jeremi. "Viv..." Jeremi menarik napas panjang. "Aku nggak pernah nyembunyiin masa lalu aku. Tapi aku juga nggak pernah nyangka Clara bakal datang lagi. Apalagi muncul di kantorku begitu saja." Vivienne mengangguk kecil. "Dia cantik." "Vivienne..." Jeremi menggenggam tangan Vivienne. "Kamu lebih dari cantik. Kamu cerdas, kamu hangat, kamu bikin aku lupa semua hal di masa lalu. Tolong, jangan biarkan Clara menghancurkan hubungan kita." Vivienne menatap mata Jeremi dalam. Tapi bayangan Clara terus menghantui piki

