Bab 143

2268 Words

Jeremi berdiri gugup di atas panggung kecil yang telah dihias dengan kelopak bunga mawar merah dan putih. Di tangannya, sebuah kotak kecil berwarna biru tua berisi cincin berlian sederhana namun elegan. Di hadapannya, Vivienne berdiri dengan mata berkaca-kaca, tidak menyangka hari itu akan menjadi momen yang begitu istimewa. Namun sebelum Jeremi sempat membuka kotak cincin itu, sebuah suara perempuan menggema dari sudut ruangan. “Berhenti di situ, Jeremi!” Semua kepala serempak menoleh. Di sana, berdiri Clara. Bibirnya mengulas senyum sinis, dan di tangannya sebuah ponsel yang diarahkan ke layar besar yang sudah disiapkan untuk acara lamaran. Tanpa ada yang sempat mencegah, layar itu menyala. Terputar sebuah video lama: rekaman Clara dan Jeremi di sebuah kamar hotel. Tidak ada hal vulg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD