Johan menghentikan mobil tepat di depan gerbang kantor. Mita melepas seat belt lalu menyerongkan duduknya agar dapat melihat suaminya. "Terima kasih ya, Mas, sudah mau mengantarku sampai kantor. Mas Dokter hati-hati di jalan." "Iya. Kamu nggak minta padaku buat laporan jika aku sudah sampai rumah sakit?" Mita nyengir. "Aku nggak mau ngebebanin Mas Dokter buat hubungin jika sudah sampai di tujuan. Tapi kalau Mas Dokter nggak keberatan nge-wa ... ya silahkan saja. Dengan senang hati aku akan terima laporan, agar tenang jika mengetahui Mas Dokter selamat sampai tujuan." Johan tak lagi menjawab atau mengucapkan kata-kata karena tujuan dia bertanya hanya iseng saja. Johan sering melihat maminya berpesan pada Papi. Juga teman-temannya yang sering dia pergoki sedang laporan pada istri mereka j

