"Bukan. Ini Mas Arfa." Moza pun terkejut mendengarnya. "Apa?!" Dia pikir Dokter Johan yang sedang berkirim pesan pada sahabatnya. Rupanya bukan. Jelas Moza tidak tahu bagaimana hubungan sesungguhnya antara Mita dengan Johan. Sebab Mita belum pernah cerita secara jelasnya seperti apa. Hubungan ambyar dan anyep di masa pengantin baru. Belum ada manis-manisnya dan Mita masih malu mengakuinya di hadapan Moza. "Kamu ini kenapa sih, Moz. Kaget begitu." "Lah, ini ngapain kamu sama Mas Arfa? Ingat Pak Dokter, Mita!" "Apaan, sih. Wong kita lagi bahas tentang proyek." "Ya, tapi kenapa harus pakai senyum-senyum begitu. Jangan-jangan kamu naksir Mas Arfa, ya?" "Gimana ya, Moz. Habisnya Mas Arfa itu tidak hanya tampan, tapi juga baik. Andai boleh memilih ...." Mita tak melanjutkan. Karena aneh sa

