"Boleh peluk Mas Dokter nggak sih! Ini punya suami emang terbaik." Johan melotot dan Mita justru tertawa sembari membuka seat belt-nya. "Saya kerja dulu ya Mas Dokter. Hati-hati di jalan. Nanti kalau urusan dengan Mas Arfa selesai, aku telepon Mas Dokter. Okay!" Mita mengulurkan tangannya yang disambut oleh Johan. Di saat wanita itu mencium punggung tangannya, Johan kembali melayangkan protesnya. "Sekali lagi aku dengar kamu panggil si Arfa dengan sebutan Mas ... aku bakalan bilang ke Papa agar kamu tidak usah dikasih kerjaan satu proyek dengannya lagi." "Idih, Mas Dokter ambekan. Tukang ngadu. Tukang tikung." "Eh, yang tukang tikung si Arfa. Bukan aku. Apa coba namanya laki-laki yang suka mepet-mepet istri orang?" "Siapa juga yang mepet-mepet. Mas Dokter jangan suka suudzon dengan o

