Mita sudah berada di garasi menghampiri mobilnya. Namun, cekalan pada pergelangan tangan disertai dengan tubuhnya yang ditarik pelan membuatnya meronta. "Mas!" "Aku antar!" Titah Johan tak terbantahkan. "Nggak mau. Aku bisa bawa mobil sendiri." Mata Johan mendelik sangar tapi tak menyurutkan niat Mita untuk tetap menolak. Sayang sekali, kekuatan Johan lebih besar sehingga dengan mudah mendorongnya masuk ke dalam mobil. Menutup pintunya dan pria itu berlari kecil memutari bagian depan mobilnya untuk dapat menuju kemudi. Duduk di sebelah sang istri yang masih memanyunkan bibir. Johan berdecak mencondongkan tubuh mendekat pada Mita. Mengikis jarak keduanya sampai Mita harus menahan napasnya. "Mas Dokter mau apa?" Mita yang sudah waspada memundurkan kepala karena deru napas Johan menerpa

