Mita keluar dari dalam kamar mandi sudah segar dengan piyama tidur berwarna pink. Mata Johan tak lepas memperhatikan sosok yang selama beberapa hari ini membuat hatinya kebat kebit tak menentu. Istrinya sedang marah, mogok bicara, tapi dia tak mampu menenangkan dan berharap dengan sendirinya Mita mau berbaik hati padanya. Nyatanya, wanita itu masih juga betah bersikap cuek padanya. Lihat saja, begitu selesai mengoles skin care di wajah, dengan santai Mita naik ke atas ranjang dan ikut bergabung bersama dirinya merebahkan badan. Dengan posisi miring membelakanginya, Johan makin tidak tenang sebelum masalah rumah tangganya dengan Mita terselesaikan. "Mit!" Panggil Johan. Tak ada reaksi dari istrinya. Johan menghela napas panjang. "Mita!" "Apa?" "Kita harus bicara." "Bicara apalagi, Mas!

