MJ-BAB 89

1341 Words

Mita tempelkan punggung tangan di dahi suaminya. "Tidak panas. Tapi kenapa Mas Dokter bisa bicara ngelantur begitu." Johan berdecak. Meraih tangan Mita untuk dapat ia genggam. "Aku serius, Mita! Tak bisa kah kamu melihat ketulusan itu di mataku?" Mita mencoba menyelami apa yang Johan katakan. Satu tangan berada di bahu suaminya, sebelah tangan yang lain masih digenggam oleh Johan. Posisinya pun juga masih duduk di pangkuan pria itu. "Bisakah aku mempercayai semua ucapanmu ini, Mas? Jika iya ... aku tidak pernah keberatan menjalani pernikahan yang lebih baik lagi denganmu. Menjalani hubungan yang normal tanpa ada timbal balik apapun. Memang aku akui, ketika dulu aku menerima tawaran menikah dari Mami Jeni ... banyak hal yang menjadi pertimbangan dan semua itu menguntungkanku. Pertama, den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD