Mita berjalan cepat menghampiri gerombolan orang yang memakai seragam khas tim lapangan. Dan Arfa lah orang pertama yang menyadari kehadirannya. "Maaf, Pak Arfa saya terlambat," ucap Mita merasa bersalah sebab dia harus terlambat datang dari waktu janjian pertemuan mereka. Arfa tampak sekali memaksakan senyuman. Namun, pria itu tak akan bisa berbuat apa-apa. Selain mereka berasal dari perusahaan yang berbeda, yang Arfa tahu Mita adalah menantu pemilik saham tertinggi rumah sakit ini. "Tidak apa," jawab Arfa singkat. Mita gegas bergabung bersama tim lainnya yang mereka memang seolah tak mempermasalahkan keterlambatannya. Menjadi satu-satunya wanita sehingga selalu mendapat keistimewaan. Hingga satu jam berlalu pekerjaan yang Mita jalani telah usai. Wanita itu gegas bersiap-siap untuk kem

