Siang ini, Mita yang memang sedang banyak gambar kerja, harus merelakan waktunya demi memenuhi permintaan Sakha untuk pergi meeting bersama management proyek rumah sakit. Pembangunan sudah melewati tahap lima puluh persen. Sebagai penanggung jawab gambar kerja, ada sedikit saja masalah di lapangan, maka ia pun akan turut membereskan. Tidak sendirian, tapi bersama tim lainnya yang ikut andil dalam proyek tersebut. Sejak pukul sepuluh pagi, Mita sudah berada di rumah sakit Internasional. Mengikuti jalannya meeting sampai siang hari. Kelelahan sampai ia melupakan keberadaan suaminya yang bekerja di sini. Wanita itu tampak memijit keningnya yang berdenyut nyeri. Arfa yang melihat jadi cemas sendiri. "Mita! Ada apa? Wajahmu tampak pucat. Kamu sakit?" Mita memaksakan senyuman. Lalu kepalanya

