"Huft, hampir saja terlambat," ucapnya sembari menjatuhkan diri duduk di kursi kerja. Embusan napas keluar dari sela bibir gadis cantik berjilbab merah muda. Lekas menyalakan komputer karena pekerjaan sudah siap mananti. "Telat lagi?" Kia bertanya sembari mendekat pada kursi kerja Elleana. Di tangan gadis berambut panjang itu, terdapat cangkir kopi yang bahkan masih mengepulkan asap panasnya. Dan aroma yang menguar sampai juga di indera penciuman Elleana. Namun, gadis itu mencoba untuk abai karena tidak mungkin ia harus ke kantin jika pekerjaan saja sudah menanti. "Hampir," jawabnya percaya diri karena memang dia tidak terlambat. Kurang satu menit dari jam masuk. "Habis antar adik lo lagi?" Kia bertanya. Kali ini gadis itu sudah meninggalkan meja kerja Elleana untuk kembali ke ruang ker

