Siang itu ketegangan terasa di ruang bersalin. Monitor CTG menunjukkan irama yang mulai tidak stabil, terutama detak si adik. Dokter Clara masuk cepat dengan wajah serius, lalu menatap Zeya dan Kenzo. “Kita sudah berjuang, dengan sangat bagus. Tapi detak adik tidak stabil, dan posisinya turun terlalu lambat. Aku sarankan operasi Caesar untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi,” ucap dokter Clara tegas tapi lembut. Zeya menoleh ke Kenzo, air mata membasahi sudut matanya. Ia ketakutan. Kenzo langsung menggenggam tangannya, lalu menundukkan kepala hingga kening mereka bertemu. “Aku di sini, Sayang. Kita ikut saran dokter. Yang penting kamu dan anak-anak selamat.” "A-Aku takut, dokter Clara," ucap Zeya. "Suamimu dokter bedah, dia pasti tau bahwa ini yang lebih baik untuk keselamatan bayi k

