Pagi itu rumah terasa sibuk. Kei dan Nara baru saja selesai dimandikan, kini terbaring tenang di bouncer sambil menggeliat. Zeya sibuk membereskan perlengkapan bayi di ruang tengah, sementara Kenzo turun dengan kemeja kerja biru muda, jas hitam tersampir di lengannya. “Sayang, kunci mobilku kamu lihat?” Kenzo membuka laci kecil dekat pintu, wajahnya sedikit tegang karena waktu sudah hampir mepet. Zeya langsung menoleh dari sofa. “Tunggu, aku bantu cari di meja dapur.” Ia bergegas, tapi belum sempat melangkah jauh, suara lembut terdengar dari arah dapur. “Ini, Dokter,” kata Tasha sambil melangkah keluar. Di tangannya tergenggam kunci mobil Kenzo yang berkilat. Senyumnya ramah, seakan semuanya wajar. “Tadi saya lihat kuncinya jatuh di dekat dispenser. Jadi saya ambil dulu.” Kenzo menerim

