Bab 137 : Cemburu Yang Diam-diam Menyala

1313 Words

Malam semakin larut, suara tangisan kecil terdengar dari ruang tengah. Nara terbangun lebih dulu, tangisnya melengking. Tasha refleks berdiri. Ia bisa saja tetap di kamar, membiarkan Zeya dan Kenzo yang menanganinya. Namun langkah kakinya justru menuntun keluar. Di ruang tengah, Zeya terlihat masih setengah mengantuk, berusaha menenangkan Nara dengan gendongan pelan. Kenzo, yang baru selesai mengganti popok Kei, langsung menghampiri istrinya. "Aku ambil botol s**u," kata Kenzo cepat. "Aku bantu, Dokter," sela Tasha tiba-tiba dari ambang pintu. Ia masuk dengan sigap, seolah sudah siap sedia. Kenzo menoleh, agak kaget melihat Tasha masih terjaga. "Tasha, sudah larut. Kamu tidak perlu—" "Aku tidak bisa tidur. Biar aku yang siapkan susunya, Dokter bisa tetap sama Bu Zeya," potong Tasha, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD