Ekstra Part 11. Bima-Nina

1563 Words

Penthouse Bima kembali sepi. Mahen, Ayla, dan Tiva sudah pulang ke Jakarta beberapa hari lalu setelah urusan di Wirasatya Energy selesai. Kini hanya Bima dan Nina yang tinggal berdua di rumah besar itu. Bima baru keluar dari kamar mandi dengan kemeja rapi, aroma parfumnya langsung menyebar ke seluruh ruangan. Biasanya Nina tersenyum setiap kali mencium wangi itu, tapi kali ini wajahnya malah pucat. “Mas—” Nina buru-buru menutup hidung, lalu berlari kecil ke arah wastafel. “Huekkk… huekkk…” Bima kaget, cepat menghampiri. “Sayang, kamu kenapa? Sakit perut? Atau sarapannya tadi nggak enak?” Nina menggeleng, susah payah menelan ludah. “Parfum, Mas. Baunya bikin enek banget.” Bima langsung melihat ke arah kemejanya. “Lho, ini parfum yang biasa, kok. Kamu kan biasanya suka?” “Aku nggak tah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD