Ekstra Part 10. Bima-Nina

1688 Words

“Halo, Tante Nina. Adek kangen nih—” sapa Ayla sambil tersenyum lebar, tangannya sibuk menggendong Tiva yang tubuhnya makin gembul. Begitu mendengar suara itu, Nina langsung berlari kecil menghampiri sahabatnya. “Ya ampun, bocil gembul! Sini, Tante Nina kangen banget!” serunya sambil cepat-cepat mengambil Tiva dari pelukan Ayla. Tiva langsung melongo sebentar sebelum kemudian tertawa riang, tangannya yang mungil meraih rambut Nina. “Uuuuaaaaa,” gumamnya tak jelas. “MasyaAllah, makin gemes aja sih kamu! Liat pipinya, kayak onde-onde isi kacang,” Nina mencubit gemas pipi chubby Tiva sampai Ayla ikut tertawa. “Jangan dicubit keras-keras, nanti benyek beneran pipinya,” Ayla menggeleng sambil menahan tawa. Bima yang sedari tadi menarik koper mereka hanya bisa menggeleng, senyum tipis di bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD