Salah ketika Agung sekeluarga tidak belajar dari kejadian, bagaimana Genta menendang mereka keluar dan meratakan rumah sengketa itu dengan tanah. Harusnya dari situ saja mereka bisa mikir, kalau Genta bukan orang yang bisa dilawan. Apalagi dianggap bodoh dan coba diperalat. Sayangnya mereka justru kembali memancing perkara, dengan datang ke rumah sakit dan bikin gaduh. Entah apa yang di otak orang-orang itu. Sekedar adab minta tolong saja juga tidak paham. Langsung asal perintah, seolah jadi orang penting dan Genta berkewajiban menuruti apa mau mereka. Sebenci apapun ke pamannya, sebenarnya Genta juga tidak mungkin akan setega itu tidak mau menolong saat Agung sedang sekarat. Jangankan ke mereka yang masih punya hubungan darah, ke orang tak dikenal saja dia mengulurkan tangan tanpa dimin

