Mereka benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa ada orang yang mukanya setebal tembok seperti Agung Laksono sekeluarga. Sudah ketahuan boroknya merampas harta mendiang Niken, hingga menyisakan rumah saja yang berhasil Genta ratakan dengan tanah. Juga sudah dipertegas, kalau Genta tidak sudi lagi menganggap mereka keluarga. Bisa-bisanya sekarang datang lagi ke situ. Benar kata Aben, pasti nanti ujung-ujungnya minta berobat gratis dengan fasilitas khusus. Karena tahu Genta bukan hanya dokter terbaik di situ, tapi juga menantu yang punya rumah sakit. Bukannya berburuk sangka, tapi kalau bukan itu niatnya lantas kenapa harus berobat ke Medical Centre yang letaknya jauh dari daerah mereka tinggal?! Sayangnya kali ini mereka lagi-lagi salah waktu, karena secara emosional Genta sendiri juga

